in

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Sirih

Tanaman sirih tersebar di berbagai negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Selain di Indonesia, sirih juga dijumpai tumbuh di India, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja bahkan Papua New Guinea.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Sirih

Pada jaman dahulu, sirih telah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan mengunyah daun atau buahnya bersama gambir, pinang, dan kapur. Saat ini, daun sirih merupakan tanaman yang banyak memiliki fungsi antara lain digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit misalnya obat sakit gigi dan mulut, sariawan,  penghilang bau mulut, batuk dan serak, hidung berdarah, wasir, tetes mata, dan gatal-gatal. Dengan demikian, sirih merupakan salah satu jenis obat-obatan alami yang dapat dijadikan alternatif sebagai antiseptik di samping aman (tidak ada efek samping). Jenis antiseptik ini juga mudah terurai, murah dan mudah diperoleh serta mengandung senyawa eugenol, kavikol, allipyrokatekol dan kavibetol yang dapat berfungsi sebagai zat antiseptik. Dengan adanya zat-zat tersebut, dapat dikatakan bahwa sirih merupakan salah satu tumbuhan yang banyak bermanfaat bagi manusia.

Tanaman sirih di Jawa disebut dengan sebagai suruh atau sedah sedangkan di daerah Sunda disebut seureuh. Sirih termasuk jenis tumbuhan yang merambat pada batang pohon lain. Tanaman sirih ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Klasifikasi dan morfologi tanaman sirih adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Sirih
 Tanaman Sirih

Klasifikasi Tanaman Sirih

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliopsida

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Piperales

Famili : Piperaceae

Genus : Piper

Spesies : Piper betle L.

 

Morfologi Tanaman Sirih

  1. Akar

Tanaman sirih memiliki akar tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.

  1. Batang

Batang sirih berwarna coklat kehijauan, berbentuk bulat, beruas serta merupakan tempat keluarnya akar. Bentuk batang bulat memanjang, dengan mencapai ketinggian 5 sampai 15 m, dan tumbuh dengan menjalar atau merambat. Selain itu, batang sirih juga memiliki sulur, beruas, berbuku dengan jarak 5-10 cm, serta memiliki tunas yang banyak.

  1. Daun

Sirih memiliki daun tunggal yang menyerupai jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling dan tiap daun bertangkai. Apabila diremas daun sirih memiliki aroma yang cukup khas. Panjang daun ini sekitar 5-8 cm dengan lebar 2-5 cm. Daun berwarna kehijauan muda hingga tua.

  1. Bunga

Bunga tanaman sirih termasuk jenis bunga majemuk. Bunga ini juga memiliki daun pelindung dengan ukuran 1 mm, bentuknya bulat memanjang. Perbungaan sirih termasuk bulir yang berdiri dengan sendiri dan terletak pada cabang daun yang berhadapan. Bulir ini merupakan bulir yang lengkap yaitu bulir jantan dan betina, bulir jantan memiliki panjang mencapai 1-3 cm dengan benang sari pendek. Sedangkan bulir betina panjang 2-6 cm dengan panjang kepala putik mencapai 3-5 cm. Pada umumnya bunga daun sirih ini berwarna merah muda hingga merah tua serta putih.

  1. Buah

Sirih memiliki buah yang termasuk buah buni (buah dengan dinding dua lapis). Bentuk buah ini bulat dan warnanya hijau cenderung keabu-abuan. Buah daun sirih ini berbentuk bulat telur kecil, dengan bagian ujung yang gundul, serta terdapat banyak bulu. Selain itu, di dalam buah terdapat biji yang berbentuk bulat, pipih dan berwarna kehitaman yang mencapai sekitar 10-20 biji perbuahnya.

Demikian penjelasan mengenai klasifikasi dan morfologi tanaman sirih. Mengingat pentingnya sirih dalam keseharian manusia, semoga tulisan ini bermanfaat untuk pecinta tanaman, pengobatan herbal,  dan pembaca pada umumnya.

 

Mahasiswa UGM Asal Daerah Bencana

Mahasiswa UGM Asal Daerah Bencana Gratis Biaya Kuliah