in

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Nila

Ikan nila, berasal dari kata Nile yaitu sungai nil, ditemukan mulai dari Syiria bagian utara hingga Afrika Timur sampai ke Kongo dan Liberia. Sekarang ikan nila sudah banyak dipelihara di kolam-kolam air tawar di Indonesia. Habitat  ikan nila adalah perairan air tawar. Ikan nila mempunyai nama ilmiah Oreochromis Niloticus.

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Nila
 Ikan Nila

Klasifikasi Ikan Nila

Klasifikasi Ikan Nila adalah sebagai berikut :

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Sub Filum : Vertebrata
  • Kelas : Osteichyes
  • Sub kelas : Acanthopterygii
  • Ordo : Percomorphi
  • Sub Ordo : Percoidae
  • Famili             : Cichlidae
  • Genus             : Oreochromis
  • Spesie             : Oreochromis Nilaticus

 

Hewan yang termasuk dalam genus Oreochromis memaliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi. Mereka dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstream sekalipun. Terbukti mereka sering ditemukan hidup normal pada habitat di mana jenis ikan air tawar lainnya tidak dapat hidup.

 

Morfologi Ikan Nila

Ikan nila pada mulanya dimasukkan ke dalam jenis Tilapia Nilotica yaitu ikan dari golongan tilapia, dimana ikan pada golongan ini tidak mengerami telur dan larva di dalam mulut induknya. Dari susunan morfologinya, kelompok ikan Oreochromis ini memang berbeda dengan kelompok tilapia.

Ikan nila memiliki bentuh tubuh yang bulat pipih, punggung agak tinggi, badan, sirip ekor dan sirip punggung terdapat garis lurus yang memanjang. Ikan nila memiliki lima buah sirip sebagai beirkut sirip punggung, sirip data, sirip perut, sirip anal dan sirip ekor. Sirip-sirip tersebut berfungsi untuk membantu pergerakan ikan nila untuk membuat lebih cepat di perairan air tawar.

Selain tanda-tanda diatas, ikan nila memiliki warna tubuh yang hitam dan agak keputihan. Untuk insangnya berwarna putih. Sisik ikan nila sendiri memiliki ukurannya besar, kasar dan tersusun rapi. Bagian kepala ikan nila memiki ukuran yang relatif kecil jika dibandingkan dengan mulut yang berada pada ujung kepala dan ikan nila juga memiliki mata yang besar, menonjol dan bagian tepinya berwarna putih. Untuk gurat sisi pada ikan nila terputus di bagian tengah badan kemudian berlanjut, tetapi letaknya lebih ke bawah daripada letak garis memanjang di atas sirip dada. Sirip punggung, sirip perut dan sirip dubur yang terdapat di ikan nila mempunyai jari-jari yang lemah tetapi keras dan tajam.

Ikan nila pada umumnya berukuran sedang dengan panjang total ( dari moncong hingga ujung ekor) mencapai 30 cm dan bisa kurang atau lebih dari ukuran tersebut. Pada sirip punggung (pinnae dorsalis) ikan nila terdapat 16-17 duri yang tajam dan 11-15 jari-jari (duri lunak) sedangkan pada sirip dubur (pinnae analis) ada 3 duri dan 8-11 jari-jari.

Pada ikan nila yang masih kecil kita belum bisa membedakan jenis kelaminnya, tetapi setelah berat badan ikan nila mencapai 50 gram dapat diketahui jenis kelaminnya. Mengetahui jenis kelamin pada ikan dapat dilihat pada lubang genitalnya. Pada ikan nila jantan di samping lubang anus terdapat lubang genital yang berupa tonjolan kecil meruncing yang berfungsi sebagai saluran pengeluaran. Tubuh ikan nila yang jantan berwarna lebih gelap dan memiliki tulang rahang yang melebar ke belakang. Untuk ikan nila betina biasanya di bagian perutnya tampak besar.

Ikan nila termasuk dalam kategori omnivora atau hewan pemakan segalanya. Dari mulai pemakan plankton sampai pemakan aneka tumbuhan.

Ikan nila juga menjadi hama di seluruh sungai dan danau yang berada di Indonesia karena ikan nila banyak memakan tumbuhan air dan mampu menggantikan posisi ikan pribumi indonesia.

 

Demikian penjelasan mengenai klasifikasi dan morfologi ikan nila. Semoga bermanfaat…

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jambu Biji

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jambu Biji

Klasifikasi Dan Morfologi Anggrek

Klasifikasi Dan Morfologi Anggrek