Klasifikasi Dan Morfologi Kol

Klasifikasi dan Morfologi Kol – Kubis (B. oleracea) atau KOL adalah sayuran jenis daun utama dari dataran tinggi, dan bahkan sayuran terpenting di Indonesia, kecuali kentang dan tomat. Musim kubis dua musim telah ditanam di pegunungan setelah Perang Dunia II, dan benih selalu diimpor dari luar negeri, terutama dari Eropa, terutama Belanda. Benih benih impor dari Belanda membuat benih kubis yang diimpor dari Taiwan dari Tawangman ke Kopeng dan Ngablak di Saratoga, di sepanjang jalur Kopeng-Wonosobo.

Morfologi Tanaman Kol

Akar

Tanaman memiliki akar dan akar. Pembajak akar tumbuh ke pusat bumi (ke jantung Alach), sedangkan akar Serabut tumbuh (horizontal), melebar dan dangkal (20 cm -30 cm). Untuk akar akar, tanaman akan tumbuh cukup baik agar terlindungi di tanah dan poros

Kutub

Kubis kering tegak, pendek (± 30 cm). Batangnya berwarna hijau, tebal dan lembut namun kokoh. Batang tanaman tidak bercabang, dan batang tanamannya halus dan licin, tidak terlihat seperti dedaunan.

Daun

Tepung berbentuk lobak kubis bunga (oval) dan tepi daun tepi, sedikit seperti terbentuknya retak seperti daun tembakau, sedikit membungkuk. Daun berwarna hijau, bergantian tumbuh di batang tanaman. Daun memiliki tangkai yang sedikit lebih panjang, daun daun kental dan lembut tumbuh di kuncup sebelum bunga terbentuk, kecil dan melengkung, sedang atau mulai tumbuh.

Bunga

Tanaman bunga adalah kumpulan banyak bunga. Tanaman bunga terdiri dari kuncup bunga, yang menghabiskan hingga lima ribu tunas, membentuk bola tebal dan padat (kompak). Kembang kol (kembang kol), bunga bervariasi menurut jenisnya. Ada bunga putih putih, tapi warna Yang berwarna kuning muda. Berat kubis adalah antara 0.5kg dan 1.3kg, dan diameternya 20cm atau lebih, tergantung varietasnya. Kubis memiliki becak hijau muda untuk pedik hijau, dan bunga kubis adalah bagian terpenting dari tanaman dan dikonsumsi sebagai sayuran bergizi tinggi. Jika Anda tumbuh (tanpa panen), maka bunga pada tanaman kubis meluas ke batang yang penuh dengan bunga. Setiap bunga memiliki 4 kelopak bunga, 4 mahkota dan 6 benang sari.

Buah

Tanaman kubis bunga bisa menghasilkan buah yang banyak mengandung bibit. Buah ini dibentuk oleh penyerbukan sendiri atau penyerbukan serangga lebah. Buah berbentuk polong, ukurannya kecil, ramping, panjangnya 3 cm panjangnya 5 cm. Di hati buah ini, biji teribapat bulat kecil, berwarna hitam kecoklatan. Benih ini bisa dijadikan bibit perbanyakan tanaman.

Tanaman kubis bunga termasuk sayuran sayuran atau sayuran berumur pendek. Pabrik hanya bisa diproduksi satu kali, penghasilan kena pajak sudah mati. Kembang kol setengah dapat diselesaikan 40-50 hari sebelum transplantasi pajak pendapatan, tergantung varietasnya. Tanaman kubis bunga tanaman semak belukar dan akar dangkal (Harjono, 1996).

Pertumbuhan vegetasi nabati dihentikan jika ditandai dengan terbentuknya tanaman OR (kepala) kubis pãda. Krop ATAU telur asli adalah daun yang tumbuh dan lari dari luar ke jantung. Daun saling menutupi atau saling melindungi satu sama lain menjadi unit kompak untuk daun putih yang bersinar (Ashari, 1995).

Penjelasan Klasifikasi dan Morfologi Kol

Klasifikasi Tanaman Kol adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Papavorales
Family : Brassicaceae
Genus : Brassica
Spesies : Brassica oleracea

 

MANFAAT KEMBANG KOL

Kembang kol juga tak kalah dengan brokoli, karena ia juga menawarkan nilai gizi yang juga besar. Bunga Kol Terutama dapat membantu memerangi berbagai penyakit, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu dalam menjaga sistem meabolisme yang bersih.

1. Kapasitas antioksidan

Bunga kol mengandung vitamin C, mangan, dan antioksidan kuat. Kembang kol juga mengandung phytochemical yang disebut indoles dan glucosinates, glucobrassicin, glucoraphanin dan gluconasturtiian. Senyawa sehat ini berguna untuk menstimulasi pembetukan enzim untuk melawan kanker, melindungi sel-sel tubuh dari oksidasi akibat stres, dan mencegah kerusakan sel-sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

2. Kesehatan jantung

Bunga kol mengandung vitamin K yang bersifat anti radang. Konsumsi secara teratur bunga kol akan memastikan sirkulasi darah yang sehat, karena akan membantu menjaga pembuluh darah dengan adanya senyawa glucoraphanin. Glucoraphanin akan dikonversi menjadi isothiocyanates, yang akan mengaktifkan kegiatan anti peradangan dan mencegah akumulasi lipid dalam pembuluh darah.

Hal ini akan membantu mencegah aliran darah tersumbat, sehingga mengurangi risiko kondisi seperti aterosklerosis , serta meningkatkan kesehatan jantung. Isothiocyanate, indole-3-carbinol atau I3C merupakan komponen anti inflamasi yang berfungsi pada tingkat genetik dan menghambat dorongan inflamasi pada tahap awal. Seperti yang didukung oleh penelitian, indoles telah terbukti secara efektif pada sintesis lipid, kadar trigliserida, kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

Penelitian juga telah membuktikan fungsi anti-trombotik dan anti-platelet dari Indole 3 carbinol, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kesehatan jantung. Omega-3 yang terdapat di bunga kol dalam bentuk asam alpha-lenolenic .

3. Gangguan Perut

Kembang kol merupakan sumber serat makanan yang membantu pencernaan dan meningkatkan pengeluaran racun dari dalam tubuh. Kehadiran glukosinolat, glucoraphanin dan sulforaphane pada bunga kol melindungi lapisan perut dan membantu dalam melawan pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori. Selain memiliki mekanisme pertahanan, isothiocyanates dalam kembang kol mencegah risiko berbagai gangguan perut, seperti sakit maag dan kanker usus besar.

4. Pernapasan papillomatosis

Bunga kol mengandung indole 3 carbinol, yang efektif untuk pengobatan pernapasan papillomatosis. Respiratory papillomatosis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus papiloma, pada manusia mempengaruhi pita suara dalam laring, trakea, paru-paru dan saluran pernapasan. Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi sayuran seperti bunga kol akan membantu mengurangi keparahan pernapasan papillomatosis.

5. Kanker

Bunga kol mengandung glukosinolat yang rusak untuk memberikan senyawa yang sehat seperti sulforaphane dan isothiocyanate, yang juga disebut indole 3 carbinol. Penelitian telah menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki efek kemopreventif dan anti-estrogen yang membantu dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Bukti Penelitian telah mendukung fakta bahwa konsumsi sayuran seperti kembang kol akan membantu mengurangi risiko berbagai jenis kanker seperti kanker paru-paru, kanker kandung kemih, kanker pay* d ara, kanker prostat, kanker ovarium dan kanker serviks.

6. Kesehatan tulang

Kembang kol mengandung vitamin C yang berperan penting dalam produksi kolagen yang melindungi sendi dan tulang dari kerusakan akibat peradangan. Juga mengandung vitamin K yang dapat membantu mencegah kehilangan massa tulang, baik pada pria maupun wanita.

7. Radiasi ultra violet

Studi Penelitian telah menunjukkan bahwa komponen sulforaphane pada kembang kol efektif dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultra violet. Tindakan pelindung sulforaphane akan mencegah tubuh dari radang, kanker kulit, dan kerusakan sel.

8. Gangguan neurodegenerative

Sulforaphane dan indoles dalam kembang kol memainkan peran kunci dalam mengurangi perkembangan penyakit neurodegenerative. Ini akan mengaktifkan enzim detoksifikasi yang mengangkat tingkat glutathione, dan membantu dalam mengobati luka saraf yang disebabkan oleh peradangan dan stres oksidatif pada penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

9. Hipertensi dan kolesterol

Sifat glucoraphanin dan sulforaphane pada kembang kol akan membantu dalam mengurangi stres oksidatif dan jumlah kolesterol jahat (LDL). Juga akan mendorong stimulasi kolesterol HDL dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, serat dan asam lemak Omega-3 dalam kembang kol juga membantu mengurangi kolesterol jahat dan mencegah pengerasan arteri.

10. Keseimbangan elektrolit

Kembang kol mengandung kalium, yaitu salah satu elektrolit utama dalam tubuh. Kalium membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan listrik, yaitu sesuatu yang sangat penting diperlukan dalam fungsi sistem saraf dalam transmisi impuls saraf dan kontraksi otot.

11. Sistem kekebalan tubuh

Kembang kol kaya akan antioksidan dan nutrisi yang bersifat untuk penguatan sistem kekebalan tubuh. Sejalan dengan senyawa sehat lainnya, vitamin C dalam kembang kol juga membantu dalam mencegah berbagai macam infeksi, serta memperkuat mekanisme pertahanan tubuh dengan menghambat pertumbuhan penyebab penyakit peradangan.

12. Anti Obesitas

Kembang kol mengandung senyawa sehat seperti indoles, yang memiliki efek anti-obesitas. Studi telah mendukung fakta bahwa konsumsi bunga kol bermanfaat dalam mencegah peradangan dan gangguan metabolisme tubuh. Bunga kol Juga membantu menstimulasi thermogenesis untuk pembakaran lemak dan mencegah obesitas.

13. Kehamilan

Memasukkan bunga kol dalam diet kehamilan bermanfaat untuk menghubungkan keberadaan folat esensial yang membantu dalam perkembangan saraf yang sehat pada bayi. Vitamin penting dan mineral lainnya yang ditambah serat juga akan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

14. Kesehatan Otak

Kembang kol mengandung kolin dan fosfor, yang efektif dalam memperbaiki daya dari membran sel. Hal ini penting untukmenjaga fungsi dari sistem otak yang efisien dan saraf untuk penghubungan sinyal saraf. Selain itu, kalium dan vitamin B-6 pada kembang kol juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan meningkatkan komunikasi yang tepat pada saraf dengan memproduksi berbagai neurotransmiter yang diperlukan termasuk dopamin dan norepinefrin.

15. Mencegah Diabetes

Kandungan kalium dalam kembang kol membantu dalam mengatur metabolisme glukosa. Hal ini juga dimanfaatkan oleh pankreas untuk mensekresi hormon insulin untuk mengambil tindakan terhadap tingkat mengangkat gula darah dalam tubuh. Rendahnya tingkat kalium dalam tubuh pada akhirnya dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan menimbulkan ancaman diabetes. Selain itu, penelitian telah mendukung bahwa vitamin B-6 dari kembang kol juga efektif dalam meningkatkan toleransi glukosa pada pasien dengan diabetes gestasional.

KANDUNGAN NUTRISI KEMBANG KOL

Kembang kol adalah sumber vitamin C (asam askorbat), folat, vitamin K (phylloquinone) dan vitamin B-6. Vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), dan sejumlah kecil vitamin E (alfa-tokoferol) . Bunga kol juga menyediakan mineral penting seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium dan mangan tanpa kolesterol berbahaya. Merupakan sumber protein, dan dengan jumlah lemak jenuh yang sangat rendah, daripada lemak lemak tak jenuh dan asam omega-3 lemak esensial yang bermanfaat. Kol juga mengandung serat dan mengandung gula alami lebih rendah, jika dibandingkan dengan anggota keluarga lain seperti brokoli.

Bunga kol yang paling kita kenal adalah berwarna putih, namun sebenarnya ada varietas kembang kol yang berwarna selain putih:

Hijau: Kembang kol hijau juga disebut sebagai broccoflower. Disini juga dikenal ada dua bentuk, yaitu bentuk yang normal serta varian yang runcing yang disebut Romanesco brokoli.

Ungu: Kembang kol berwarna ungu karena zat anthocyanin, yaitu zat yang dikenal sebagai antioksidan yang mempengaruhi warna ke sayuran.

Orange: Bunga kol orange sangat bergizi karena mengandung vitamin A lebih banyak dibandingkan dengan varietas bunga kol warna putih.

Demikian sekelumit penjelasan dari kami seputar Klasifikasi dan morfologi Kol atau kubis. semoga bermanfaat.

Facebook Comments