in

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Melinjo

Tumbuhan melinjo mempunyai nama ilmiah Gnetum Gnemon. Tumbuhan melinjo adalah salah satu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae), berumah dua yaitu ada individu jantan dan betina, selain itu tanaman melinjo juga berbentuk pohon, Tanaman melinjo berasal dari Asia Tropik, Melanesia dan Pasifik Barat. Melinjo dalam bahasa sunda disebut tangkil sedangkan dalam bahasa jawa dikenal dengan nama belinjo atau mlinjo.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman

Melinjo

Tanaman melinjo banyak ditanam di pekarangan rumah yang bermanfaat sebagai peneduh ataupun pembatas pekarangan dan pada umumnya dimanfaatkan pada bagian daun dan buahnya.

Tanaman melinjo berbentuk pohon, hal ini berbeda dengan anggota Gnetum lainnya yang biasanya merupakan liana.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Melinjo
 Tanaman Melinjo

Klasifikasi Tanaman Melinjo

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom             : Viridiplantae
  • Divisi : Tracheophyta
  • Sub divisi : Spermatphyta
  • Kelas : Gnetopsida
  • Sub kelas : Gnetidae
  • Ordo : Ephedrales
  • Famili             : Gnetaceae
  • Genus             : Gnetum L
  • Spesies : Gnetum Gnemon L

 

Morfologi Tanaman Melinjo

  1. Batang

Tinggi batang pohon melinjo sendiri bisa mencapai 25 meter. Selain itu batang pohon melinjo kokoh, tegak dan banyak cabangnya.

Permukaan batang rata dan berbentuk bulat. Batang tanaman melinjo memiliki sistem percabangan secara monopodial, artinya batang pohon terlihat lebih jelas, bentuknya lebih besar dan panjangnya lebih panjang dari cabang-cabang batang melinjo.

  1. Daun

Daun dari pohon melinjo merupakan daun tunggal yang mempunyai bentuk oval dengan ujung yang tumpul.

Daun pada tanaman melinjo terdiri dari tangkai daun dan helaian daun. Daun pada tumbuhan melinjo juga memiliki serabut.

  1. Bunga dan Buah

Tanaman melinjo tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena tumbuhan melinjo bukan termasuk tumbuhan berbunga. Buah pada tumbuhan melinjo sebetulnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging.

  1. Akar

Berakar tunggang yang berfungi untuk menyerap air dan nutrisi yang terkandung di dalam tanah.

  1. Biji

Berbiji terbuka dan terbungkus oleh selaput luar yang sangat keras, selaput dalam dan diselubungi oleh tenda bunga dengan daging.

Tumbuhan melinjo dapat dikembang biakkan melalui cara generatif dengan biji ataupun vegetatif dengan cara mencangkok, stek, okulasi ataupun penyambungan.

Tumbuhan melinjo mampu tumbuh pada kondisi tanah liat, berpasir dan berkapur. Tumbuhan melinjo tidak tahan terhadap tanah yang tergenang air atau yang mempunyai kadar asam tinggi dan bisa tumbuh dari ketinggian 0-1.200 mdpl. Biasanya melinjo banyak ditemukan di daerah kering sampai tropis. Tuumbuhan melinjo sendiri untuk tumbuh dan berkembangnya tidak memerlukan tanah yang bernutrisi tinggi atau iklim khusus, karena tumbuhan melinjo mampu beradaptasi dengan rentang suhu yang luas, maka tumbuhan melinjo mudah ditemukan di berbagai tempat kecuali pantai karena ia tidak bisa tumbuh pada daerah dengan kadar garam tinggi.

Kayu dari tumbuhan melinjo dapat dimanfaatkan sebagai bahan papan ataupun untuk alat rumah tangga sederhana. Daun muda dari tumbuhan melinjo bisa manfaatkan untuk dimasak dan dibuat sayuran, selain daun bunga dari tumbuhan melinjo baik yang jantan atau betina dan bijinya yang masih kecil ataupun yang sudah masak bisa dimasak untuk sayuran juga. Biji melinjo sendiri biasanya dimanfaatkan untuk bahan pembuatan bahan baku emping. Kulitnya pun bisa dijadikan sebagai abon kulit melinjo.

Tanaman melinjo menghasilkan senyawa oksidan yang sangat efektif untuk menangkal radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai macam penyakit. Melinjo juga merupakan antimikroba alami karena protein yang terdapat dalam melinjo bisa digunakan sebagai bahan pengawet alami sekaligus obat untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Demikian penjelasan mengenai klasifikasi dan morfologi tanaman melinjo. Semoga bermanfaat…

 

10 Kendaraan Miniatur Terbuat Dari Kaleng Daur Ulang

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kamboja