Hmm, Jadi Ini Pengaruh Media Sosial Bagi Sebuah Hubungan

Ceritayuk.com – Adanya media sosial sepertinya menambah daftar hal-hal yang bisa bikin kecemasan dan kecemburuan dalam sebuah hubungan. Mantan yang sudah bisa terlupakan atau kita yang sudah berhasil Move On, terkadang tertarik untuk sekedar berselancar mencari-cari sang mantan.

Ada sedikit cerita tentang rekan kerja saya yang perempuan. Awalnya ia tak bisa menggunakan media sosial. Hingga suatu hari ia bisa menggunakan facebook, ia kemudian tanya cara mencari akun akun orang lain. Dan siapa yang ia cari? Seorang mantan ketika ia masih SMA.

Ternyata hal seperti ini dapat mempengaruhi kesehatan mental dan rasa aman dalam percintaan lho. Berselancar sekedar ingin tahu seperti apa sih dia sekarang, siapa sih pacar ia sekarang, atau kerja apa sih dia sekarang, bisa berakhir CLBK. Hati-hati yaa,,

Disamping itu, dalam sebuah pasangan itu sendiri pun, untuk meminimalisir rasa cemburu atau cemas, sejak hadirnya media sosial mereka berusaha untuk saling mendapatkan akses ke akun privasi pasangannya.

Hal ini mereka lakukan untuk bisa memantau kegiatan, status, bahkan pesan-pesan yang masuk ke akun pasangan mereka. Hati-hati ya, bisa jadi ketika kamu mengirim pesan ke mereka, yang balas justru pasangan mereka.

Pakar psikolog telah menyebutnya dengan istilah “intrusi elektronik” dan menurut mereka hal ini sudah biasa dalam sebuah hubungan di kalangan remaja.

Contohnya seperti di atas tadi, saat menggunakan sosial media yang menyusup ke privasi sang kekasih hati. Kemudian memantau keberadaan mereka dan selanjutnya menekan mereka untuk melakukan kontak secara konstan.

Sebuah kuis telah dilakukan oleh para peneliti terhadap 700 anak remaja berusia 14-18 tahun atas hubungan mereka, dan hasilnya pun cukup mengejutkan. Ternyata seperti yang ditemukan peneliti, anak perempuan lebih sering memantau dibanding anak lelaki.

Sekitar 34 persen hasil penelitian menyebutkan anak perempuan mengaku memantau keberadaan atau kegiatan pasangannya menggunakan media sosial. Sedangkan lelaki hanya sekitar 23 persen.

Hasil lainnya menyebutkan bahwa 17 persen anak perempuan mereka melihat informasi pribadi seperti pesan pendek tanpa izin, sementara 13 persen anak lelaki melakukan ini.

Namun, anak lelaki sebanyak 10 persen merasa tak nyaman ketika mengirim pesan begitu banyak kepada pasangan, dibandingkan perempuan sebanyak 5 persen.

Lauren Reed, penulis utama penelitian ini juga mengatakan bahwa banyak perempuan yang diwawancarai jika mereka merasa perlu melakukan intrusi elektronik agar bisa menjaga hubungan.

Facebook Comments