Proses Sintesis Protein Secara Singkat

Jelaskan Proses Sintesis Protein Secara Singkat

Proses Sintesis Protein Secara Singkat – Protein merupakan suatu makromolekul yang tersusun dari berbagai asam amino. Protein-protein yang terbentuk akan menyusun sebagian besar komponen di dalam tubuh. Terdapat 20 macam asam amino yang dapat membentuk protein yang berbeda-beda. Contoh protein sebagai komponen penyusun tubuh adalah miosin, aktin, keratin, kolagen, hemoglobin, dan insulin.

Berdasarkan hasil penelitian Beadle dan Tatum pada tahun 1941 didapatkan bahwa gen mengendalikan proses metabolisme atau kehidupan individu melalui proses pengendalian enzim. Enzim adalah protein yang mempunyai kemampuan sebagai katalisator reaksi biokimia dalam proses metabolisme seluler. Perubahan struktur gen dapat menyebabkan perubahan struktur protein pada tingkat asam amino yang selanjutnya akan menyebabkan perubahan dalam proses metabolisme.

Protein dikatakan dapat mengekspresikan sifat pada individu. Sebagai contoh, individu yang mempunyai kadar hemoglobin yang rendah akan menunjukkan sifat atau ciri yang berbeda dengan individu yang berkadar hemoglobin tinggi. Apa saja tahapan dalam sintesis protein?

Tahapan proses singkat sintesis protein atau Proses Sintesis Protein Secara Singkat

1. Transkripsi

Transkripsi merupakan proses transfer informasi genetik dari ruas DNA  ke dalam molekul RNA yang dipandu oleh enzim transkriptase sebagai katalisatornya. Enzim tersebut adalah RNA polimerase. RNA polimerase melekat pada molekul DNA sehingga sebagian dari double helix terbuka. Setelah pita DNA terbuka maka basa-basa pada salah satu pita menjadi bebas sehingga memberi kesempatan pada basa-basa pasangannya menyusun mRNA. Misalnya, Timin (T) dari DNA akan membentuk Adenin (A) pada mRNA, Sitosin (C) dari DNA akan membentuk Guanin (G) pada mRNA, dan seterusnya. Pada proses transkripsi  Basa Urasil RNA mengganti Timin DNA.

Setelah proses transkripsi selesai maka rantai DNA menyatu kembali seperti semula dan RNA polimerase segera terlepas dari DNA. Akhirnya, RNA terlepas dan terbentuklah RNA m yang baru. mRNA yang terbentuk tidak tinggal berpasangan dengan pita DNA pembuatnya, tetapi melepaskan diri meninggalkan inti sel sel menuju sitoplasma dan melekat pada ribosom. Ribosom merupakan granula-granula dalam sitoplasma yang berperan dalam sintesis protein. Biasanya berderet 4 atau 5 dan disebut polisom.

2. Translasi

Selanjutnya dari Proses Sintesis Protein Secara Singkat adalah Setelah RNA-d sampai di ribosom maka RNA-t mulai mengangkut asam amino ke dalam kompleks translasi (ribosom) serta membaca sandi-sandi (kodon) RNA-d. Selanjutnya, asam-asam amino yang dibawa oleh RNA-t dirangkai menjadi polipeptida. Di dalam sitoplasma banyak terdapat RNA-t, asam-asam amino dan lebih dari 20 enzim-enzim amino hasil sintetase.

Asam amino diaktifkan dengan ATP (Adenosin Trifosfat) dan dipengaruhi oleh enzim amino hasil sintetase. Hasil yang diperoleh berupa Aminoil Adenosin Monofosfat (AA-AMP) dan fosfat organik. AA-AMP kemudian diikat oleh RNA-t untuk dibawa ke ribosom. Ujung bebas RNA-t mengikat asam amino tertentu yang telah diaktifkan.

Pada bagian lengkungan terdapat tiga basa nukleotida yang disebut antikodon yang nantinya berpasangan dengan tiga basa yang disebut kodon pada pita mRNA. Proses penerjemahan rangkaian kodon-kodon RNA-d menjadi rangkaian asam amino polipeptida ini disebut translasi.

Proses Sintesis Protein Secara Singkat

Urutan basa nitrogen yang berbeda pada setiap triplet, akan diterjemahkan menjadi asam amino yang berbeda. Misalnya, asam amino fenilalanin diterjemahkan dari triplet UUU (terdiri dari 3 basa urasil), asam amino triptofan (UGG), asam amino glisin (GGC), dan asam amino serin UCA. Sebanyak 20 macam asam amino yang diperlukan untuk pembentukan protein merupakan hasil terjemahan triplet dari mRNA. Asam amino akan berjajar-jajar dalam urutan yang sesuai dengan kodenya. Dari hal ini akan terbentuk protein yang berfungsi sebagai enzim, dalam mengatur metabolisme sel dan reproduksi.

Kode Genetik Dalam Sintesis Protein

Kode genetik atau DNA merupakan bahan genetika yang memberi informasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Informasi yang terdapat dalam molekul DNA berupa kode-kode yang terjadi dari dua deretan rantai basa nitrogen yang berpilin. Apabila pilinan tersebut membuka maka rantai yang membentuk mRNA disebut rantai bermakna (DNA sense) sedangkan apabila rantai tersebut tidak membentuk mRNA disebut rantai tak bermakna (DNA antisense). Macam-macam basa nitrogen yang menjadi kode-kode ada empat, yaitu Sitosin (S), Timin (T), Adenin (A), dan Guanin (G).

Walaupun RNA telah bekerja dengan teliti dalam proses sintesis protein, tetapi kesalahan dalam menerjemahkan mungkin dapat juga terjadi sehingga jika terjadi kesalahan dalam menerjemahkan kode-kode tersebut maka asam-asam amino yang tersusun akan berbeda dan tidak sesuai dengan yang diharapkan DNA. Akibatnya jenis protein yang dihasilkan juga akan berbeda. Peristiwa ini disebut mutasi dan bersifat menurun atau diwariskan kepada turunannya

Demikian penjelasan mengenai Proses Sintesis Protein Secara Singkat. Semoga bermanfaat dan dapat membantu memahami lebih jauh mengenai sintesis protein.

Imagesource : Shanty bio

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • proses sintesis protein secara singkat
  • tahapan sintesis protein secara singkat
  • tahap sintesis protein secara singkat
  • proses sintesis protein singkat
  • sintesis protein secara singkat
  • jelaskan secara singkat proses sintesis protein
  • jelaskan secara singkat sintesis protein
  • jelaskan secara singkat tahap sintesis protein ?
  • jelaskan secara singkat sintesis protein rna
  • jelaskan secara ringkas urutan sintesis protein singkat