Sistem Koordinasi Indera Pada Manusia

Sistem Koordinasi Indera Pada Manusia

Ceritayuk.com – Sistem Koordinasi Indera Pada Manusia menjadi salah satu bahasan penting yang perlu kita sampaikan. Sebab segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari merupakan hasil koordinasi dari berbagai organ tubuh yang kita miliki. Kemampuan kita untuk merespons sesuatu yang berasal dari luar tidak hanya dilakukan oleh satu organ saja tetapi dilakukan oleh organ yang berbeda-beda.

Dengan alat indera kita dapat melihat, mendengar, dan merasakan sehingga kita mengenal sekitar. Sistem Koordinasi Indera haruslah senantiasa normal untuk bisa melakukan aktifitas secara maksimal.

Menjaga kesehatan tubuh dengan menjaga asupan gizi yang kita konsumsi tentunya juga akan berpengaruh terhadap kesehatan Indera pada Manusia. Sehingga kemungkinan kerusakan Sistem Koordinasi Indera bisa dihindari.

Berikut ini kita akan sampaikan untuk kita pelajari mengenai sistem koordinasi indera pada manusia:

Baca Juga : Pembekuan Darah Yang Berbahaya Bagi Tubuh

1. Sistem Koordinasi Indera Penglihatan

Indera penglihatan yaitu mata.

a. Struktur Indera Penglihatan

1) Sklera

Sklera merupakan lapisan luar yang sangat kuat dan berwarna putih. Pada lapisan ini terdapat kornea yang bening transparan berfungsi menerima cahaya masuk ke bagian dalam mata dan membelokkan berkas cahaya sedemikian rupa sehingga dapat difokuskan dan diteruskan ke lensa mata.

2) Koroid

Koroid merupakan lapisan tengah yang kaya akan pembuluh darah dan pigmen warna. Lapisan koroid berpigmen melanin dan mengandung banyak pembuluh darah. Lapisan ini berfungsi untuk memberi makanan dan oksigen bagi mata.

Bagian depan lapisan iris di belakang kornea tengah terdapat pupil. Dalam kondisi gelap, mata akan berusaha melihat dengan melebarkan mata agar cahaya yang mata cukup. Kondisi ini disebut dilatasi. Sebaliknya ketika kita berada pada ruangan yang terlalu terang maka kita akan berusaha untuk menyempitkan mata karena silau untuk mengurangi cahaya yang masuk yang disebut dengan konstriksi.

3) Retina

Retina merupakan bagian terdalam pada mata. Pada bagian ini terdiri atas reseptor cahaya yang sesungguhnya yaitu sekitar 100 juta sel-sel batang yang berbentuk seperti tongkat pendek dan 3 juta lainnya sel konus (kerucut). Sel-sel batang ini tidak dapat membedakan warna. Sebaliknya, sel konus sangat peka terhadap cahaya terang dan pengamatan warna. Bagian retina yang memiliki sel-sel konus paling banyak adalah fovea. Sedangkan di luar fovea lebih banyak mengandung sel-sel batang.

Pada lapisan retina yang dilewati berkas saraf ke otak tidak memiliki reseptor dan tidak peka terhadap sinar sehingga disebut bintik buta. Apabila bayangan jatuh pada bintik buta maka bayangan tersebut tidak dapat terlihat.

b. Cara Kerja Indera Penglihatan

Apabila ada rangsangan cahaya masuk ke mata maka rangsang tersebut akan diteruskan mulai dari kornea, aqueous humor, pupil, lensa, vitreous humor dan terakhir retina. Selanjutnya diteruskan ke bagian saraf penglihat atau saraf optik yang berlanjut dengan lobus osipital sebagai pusat penglihatan pada otak besar.

Kemudian Bagian lobus osipital kanan akan menerima rangsang dari mata kiri dan sebaliknya lobus osipital kiri akan menerima rangsang mata kanan. Di dalam lobus osipital ini rangsang akan diolah kemudian diinterpretasikan sebagai penglihatan.

Sistem Koordinasi Indera Pada Manusia

2. Sistem Koordinasi Indera Pendengaran

Indera penderangaran yaitu telinga.

a. Struktur Indera Pendengaran

1) Telinga Luar

Terdiri dari daun telinga dan saluran telinga luar. Daun telinga tersusun atas tulang rawan dan jaringan fibrosa (kecuali pada ujung paling bawah yaitu cuping telinga tersusun dari lemak). Daun telinga berfungsi untuk menerima dan mengumpulkan suara yang masuk ke dalam telinga sedangkan saluran telinga luar berfungsi menghasilkan minyak serumen.

2) Telinga Tengah

Terdiri dari gendang suara (membran timpani), tulang-tulang pendengaran dan saluran eustachius (yang menghubungkan telinga tengah dengan faring dan berfungsi menjaga keseimbangkan tekanan udara pada telinga luar dengan telinga tengah).

Tulang-tulang pendengaran terdiri dari tulang martil (maleus), tulang landasan (inkus) dan tulang sanggurdi (stapes) yang saling berhubungan melalui sendi dan berfungsi untuk mengalirkan getaran suara dari gendang telinga menuju rongga telinga dalam.

3) Telinga Dalam

Terdiri dari saluran gelung (kanalis semisirkularis), membran vestibulum (terdiri atas sakula dan utrikula yang berupa kantong dan dilapisi oleh sel-sel rambut dan silia), serta rumah siput (koklea) yang berfungsi untuk menerima getaran suara.

b. Cara Kerja Indera Pendengaran

Getaran suara diterima oleh gendang suara (membran timpani). Getaran pada membran timpani akan diteruskan ke bagian tengah telinga yaitu ke tulang martil, landasan, kemudian sanggurdi. Impuls suara diteruskan ke telinga bagian dalam yaitu ke rumah siput dan merangsang saraf di sekitar cairan rumah siput kemudian dikirim ke otak. Selanjutnya di dalam otak suara tersebut diolah sehingga kita dapat mendengar dan mengartikannya.

Artikel Lain : Manfaat Alga Bagi Kehidupan Manusia

3. Sistem Koordinasi Indera Pembau

Indera pembau yaitu hidung.

a. Struktur Indera Pembau

Terdiri dari :

1) Sel-sel penyokong, berupa sel-sel epitel.
2) Sel-sel pembau (sel olfaktori), berupa sel saraf sebagai reseptor.
3) Sel-sel olfaktori, sangat peka terhadap rangsangan gas kimia (kemoreseptor).

b. Cara Kerja Indera Pembau

Sel-sel olfaktori memiliki tonjolan ujung dendrit berupa rambut yang terletak pada selaput lendir hidung sedangkan ujung yang lain berupa tonjolan akson membentuk berkas yang disebut saraf otak I (nervus olfaktori). Saraf tersebut akan menembus tulang tapis dan masuk ke dalam otak manusia.

Sistem Koordinasi Indera Pada Manusia

4. Sistem Koordinasi Indera Peraba

Indera peraba yaitu kulit.

a. Struktur Indera Peraba

Terdiri dari :

1) Lapisan Epidermis, merupakan lapisan luar yang terus berganti, tipis dan tidak mempunyai pembuluh darah maupun sel saraf.

2) Lapisan dermis, merupakan lapisan yang terletak di bawah epidermis terdiri atas sel-sel yang longgar dengan letak yang berjauhan dan banyak mengandung pembuluh darah.

b. Cara Kerja Indera Peraba

Ujung saraf peraba ada empat macam yaitu :

1) Paccini, peka terhadap rangsangan berupa tekanan, terletak di sekitar akar rambut.
2) Ruffini, peka terhadap rangsangan panas.
3) Meisner, peka terhadap sentuhan.
4) Krause, peka terhadap rangsangan dingin.

5. Sistem Koordinasi Indera Pengecap

Indera pengecap yaitu lidah.

a. Struktur Indera Pengecap

Lidah terdiri atas dua kelompok otot yaitu otot intrinsik yang berfungsi untuk melakukan semua gerakan lidah dan otot ekstrinsik yang berfungsi mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya serta melakukan gerakan-gerakan kasar yang sangat menekannya pada langit-langit dan gigi kemudian mendorongnya masuk ke faring.

Permukaan atas lidah seperti beludru ditutupi oleh beberapa lapisan, yaitu :

1) Papila filiformis, banyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah berfungsi untuk menerima rasa sentuh dari rasa pengecapan.

2) Papila sirkumvalata, memiliki bentuk V dan terdapat 8–12 jenis yang terletak di bagian dasar lidah. Papila ini berukuran paling besar daripada yang lain.

3) Papila fungiformis, menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah dan berbentuk jamur.

b. Cara Kerja Indera Pengecap

1) Ujung lidah peka terhadap rasa manis
2) Sisi lidah bagian dalam peka terhadap rasa asin
3) Sisi lidah bagian depan peka terhadap rasa asam
4) Pangkal lidah peka terhadap rasa pahit

Akhirnya demikian penjelasan mengenai sistem koordinasi indera pada manusia. Dengan mempelajari hal-hal di atas diharapkan kita dapat mengetahui sekaligus mampu menjelaskan mengenai struktur dan cara kerja indera.

Facebook Comments